Total Tayangan Laman

Senin, 18 Juni 2012

Praktikum Psikologi Faal 3 Part 2

2.Percobaan: Keseimbangan Nama Percobaan : Cara kerja Kedudukan Kepala & Mata Normal, Cara kerja Karnalis Semisirkularis Horizontalis dan Cara kerja Nistagmus. Nama Subjek Percobaan: Shiervira Ratuismana Tempat Percobaan: Laboratorium Psikologi a.Tujuan Percobaan: Untuk memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu: memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sediakala; melihat adanya nistagmus. b.Dasar Teori: Dalam bagian-bagian utama sistem saraf terdapat sistem saraf yang memiliki dua bagian utama yaitu, central nervous sistem (CNS/sistem saraf pusat) yang terletak dibagian tengora dan tulang belakang. terdiri dari dua bagian utama yaitu otak dan sumsum tulang belakang dan peripheral nervous sistem (PNS/sistem saraf perifer) yang terletak diluar bagian tengkorak dan tulang belakang, yang terdiri dari dua bagian utama yaitu sistem saraf somatis yang mengatur interaksi tubuh dengan lingkungan luar dan memiliki dua macam saraf, yaitu saraf aferen, yang membawa input sensoris dari reseptor diseluruh bagian butuh, seperti kulit, kuping, mata dan sebagainya CNS. dan saraf eferen yang membawa sinyal dari CNS menuju otot-otot. Lalu ada sistem saraf otonom yang merupakan bagian dari PNS yang berfungsi mengatur kondisi internal manusia. Sistem saraf otonom ini juga terdiri dari saraf aferen dan eferen. Sistem eferen dalam sistem saraf otonom terdiri dari saraf simpatik yang berfungsi menstimulasi, mengorganisasi dan memobilisasi sumber-sumber energi dalam tubuh untuk menghadapi stimulasi yang menakutkan/tidak menyenangkan dan saraf parasimpatik yang berfungsi untuk menyimpan energi dalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang menyenangkan. Organ reseptor keseimbangan terdiri dari 3 duktus semisirkularis yang saling bertegak lurus, berada dalam kanalis semisirkularis. Sumbu gerak: aktivasi apabila kepala mengangguk, menggeleng dan dimiringkan sehingga telinga menyentuh bahu. Rambut sel reseptor pada kanalis semisirkularis ditutupi oleh massa gelatinosa, yang dinamakan kupula. Gerakan kepala akan mengerakan kanalis semisirkularis. Cairan yang mengisi duktus cenderung “tertinggal” karena kelembamannya menimbulkan perbedaan tekanan disepanjang kupula – menjadi pelepasan neorutransmitter yang mengaktivasi sel rambut – terjadi pelepasan neurotransmitter yang mengaktivasi ujung sel saraf yang bersinapsis dengan sel rambut. Stimulasi sel rambut hanya terjadi apabila gerakan cairan duktus “tertinggal”oleh gerakan kepala, yaitu pada saat terjadi percepatan (atau perlambatan) gerakan kepala. Nigtamus adalah pergerakan bola mata karena adanya gerakan yang ditimbulkan oleh gerak badan, gerakan tidak sadar yang bola mata lakukan ketika proses pergerakan itu terjadi. Keseimbangan kondisi internal manusia berlangsung karena input dari saraf eferen dan aferen pada sistem saraf otonom, contohnya: detak jantung akan meningkat apabila mendapat sinyal dari saraf simpatik, sebaliknya bila sinyal dari saraf parasimpatik, maka detak jantung akan menurun. c.Alat yang digunakan : Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa didirikan. d.Jalannya Percobaan: 1.1 Jalan lurus kedepan, lalu memutar balik badan ke kanan, kepala menengok ke kiri dan kembali berjalan. Kemudian, badan memutar balik kiri, dan kepala menengok ke kanan dan kembali berjalan. Setelah itu, rasakan perubahan yang terjadi. 1.2 Kepala menunduk dan mata tertutup, lalu badan diputar sebanyak 3 kali untuk perempuan dan 5 kali untuk laki-laki. Setelah itu, mata dibuka lalu berjalan dan lakukan sebanyak 2 kali. Kemudian rasakan perubahan yang terjadi. 1.3 Posisi rukuk, tangan kanan memegang telinga sebelah kiri, lalu tangan kiri memegang lutut sebelah kanan (menjadi posisi silang). Lalu badan diputar sebanyak 3 kali untuk perempuan dan 5 kali untuk laki-laki. Setelah itu, rasakan perubahan yang terjadi. e. Hasil Percobaan: 1.1 Saat membuat badan berputar balik, kepala menjadi agak pusing, posisi berjalan menjadi tidak lurus dan sedikit berpindah posisi. 1.2 Percobaan I Saat badan diputar sebanyak 3 kali dalam keadaan mata tertutup, kepala agak pusing tapi ketika membuka mata, badan masih bisa mengontrol badan untuk tetap jalan lurus. Percobaan II Saat badan diputar sebanyak 3 kali dalam keadaan mata tertutup yang kedua, kepala menjadi bertambah pusing dan sedikit mual sehingga badan tidak terlalu bisa mengontrol untuk dalam posisi berjalan lurus karena pandangan jadi kabur. 1.3 Ketika posisi tangan menyilang dan posisi badan diputar sebanyak 3 kali dalam keadaan mata tertutup, kepala semakin lama semakin pusing, terasa adanya gelombang didalam kepala, dan ketika mata dibuka pandangan menjadi kabur serta mata terasa berat. f.Hasil Sebenarnya: 1.1 Dalam sikap tubuh biasa, praktikan dapat berjalan lurus atau tidak mengalami kesulitan. Dalam sikap tubuh dengan wajah dibuang ke kanan dan ke kiri, praktikan tidak dapat berjalan lurus, biasanya jalannya ke kiri atau ke kanan. 1.2 Percobaan I Biasanya praktikan mengalami kesulitan untuk berjalan lurus, itu tandanya normal. Karena cairan endolimph dan cairan perilimph terganggu. Percobaan II Tidak mengalami atau tidak terlalu kesulitan untuk berjalan lurus seperti pada percobaan pertama. Karena cairan endolimph dan perilimph normal kembali. 1.3 Biasanya pandangan akan menjadi kabur dan berkunang-kunang dan apa yang dilihat disekitarnya akan menjadi seperti berputar-putar. g.Kesimpulan: Dari hasil percobaan yang saya lakukan, pada proses cara kerja keseimbangan sangat dipengaruhi oleh pergerakan yang manusia lakukan. Karena setiap pergerakan manusia dapat merangsang sistem saraf aferen dan saraf eferen pada sistem saraf otonom yang dapat menstimulasi dan memobilisasi energi dalam tubuh untuk menghasilkan gerak pada tubuh. Selain itu, saya juga dapat mengetahui bahwa nigtamus berfungsi untuk mengatur pergerakan bola mata saat terjadi gerakan pada tubuh dan terjadi secara tidak sadar. h.Daftar Pustaka: John P.J Pinel.2009.Biopsychology. Terj Biopsikologi Edisi Ketujuh. Yogyakarta. Pustaka Belajar. Puspitawati Ira. 1998. Psikologi Faal. Depok. Gunadarma.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar