Total Tayangan Laman

Sabtu, 17 Maret 2012

Psikologi Perkembangan Part 1

BAHAYA PADA AWAL MASA KANAK-KANAK

Seperti halnya bahaya pada masa bayi, bahaya pada masa kanak-kanak dapat bersifat fisik psiokologis atau keduanya. Gizi yang kurang baik misalnya, dapat menghalangi pertumbuhan fisik dan mental. seperti halnya pertengkaran keluarga, dapat mengabaikan tekanan yang juga dapat menghambat pertumubuhan. Bahaya psikologis pada awal masa kanak-kanak lebih banyak daripada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian kepribadian serta penyesuaian sosial anak.
Bahaya fisik awal masa kanak-kanak menimbulkan reaksi psikologis maupun fisik, terutama penyakit, kecelakan dan kejanggalan.

Berikut merupakan contoh dampak negatif dari reaksi bahaya pada awal masa kanak-kanak.
a.Kematian, pada masa kanak-kanak lebih sering disebabkan karena kecelakaan daripada penyakit dan karena anak laki-laki yang sering mengalami kecelakaan daripada anak perempuan, maka presentasi kematian anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan.
b.Penyakit, anak-anak sangat mudah terkena semua jenis penyakit, tetapi yang paling umum adalah penyakit pernafasan karena sebab-sebab fisiologis, tetapi ada juga yang penyebabnya psikosomatis, dan akibat dari ketegangan keluarga.
c.Kecelakaan, kebanyakan anak-anak mengalami luka iris, memar, radang, terbakar, patah tulang sebagai akibat kecelakaan. Seperti yang ditunjukan, anak laki-laki cenderung mengalami kecelakaan daripada anak perempuan.
d.Tidak menarik, penampilan anak yang kurang menarik dan prilaku yang berubah menjadi semakin tidak menarik bagi orang tua dan orang-orang dewasa lain dibandingkan ketika ia masih bayi. Oleh karena itu, anak-anak terkadang salah menafsirkan sebagai penolakan dan tidak disukai.
e.Kejanggalan, “anak-anak dari kodratnya tidak kagok atau kikuk, dan setelah tahap anak kecil terlampaui, gerakan yang anggun dari anak kelihatan menakjubkan. Sehingga anak yang gerakannya kikuk dan tidak terkoordinasi akan merasa tidak berbahagia” seperti yang dijelaskan oleh Dare and Gordon.
f.Kegemukan, anak dengan bentuk tubuh endomorfik sebagai kelompok cenderung mengalami kegemukan dibandingkan anak yang bentuk tubuhnya mesomorfik. Kegemukan merupakan bahaya ditingkat usia dimanapun juga. Kegemukan membahayakan kesehatan, contohnya saja timbulnya diabetes dan mengalami penyakit tekanan darah dan jantung.
g.Tangan kidal, banyak orang tua yang percaya bahwa tangan kidal merupakan bahaya, berusaha memaksa anak-anak mereka bertangan kidal menggunakan tangan kanannya. Hal ini sering ditafsirkan sebagai rendah diri terutama ketika orang menggunakan hukuman atau tekanan untuk memaksa menggunakan tangan kanan.

Bahaya psikologis dalam bidang perkembangan prilaku anak dikaitkan dengan potensi bahaya yang dapat membawa akibat buruk pada penyesuaian pribadi dan sosial. Berikut merupakan sejumlah bahaya yang paling umum terjadi.
a.Bahaya dalam berbicara, berbiacara merupakan sarana komunikasi dan karena komunikasi penting bagi kehidupan sosial, maka anak-anak yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, akan mengalami hambatan sosial dan akhirnya dalam dirinya timbul perasaan tidak mampu dan rendah diri.
b.Bahaya emosional, awal masa kanak-kanak yang besar kelihatan pada dominasi emosi yang kurang baik, terutama amarah. Jika anak memiliki emosi yang kurang baik dan hanya sedikit mengalami emosi-emosi yang menyenangkan. Maka hal ini akan mengganggu pandangan hidup dan mendorong perkembangan watak yang kurang baik.
c.Bahaya sosial, bahaya terhadap perkembangan penyesuaian sosial yang baik pada masa kanak-kanak awal dapat memberi dampak buruk seperti hilangnya pengakuan sosial, merasa terabaikan, mendapatkan pengalaman sosial yang kurang dan akhirnya menggunakan teman khayalan untuk menggantikan teman dalam kehidupan nyata.
d.Bahaya bermain, menimbulkan bahaya dalam masa kanak-kanak awal, karena mainan tidak memberikan kesempatan anak-anak untuk mengembangkan kreativitas anak itu sendiri.
e.Bahaya dalam perkembangan konsep, anak-anak tidak mengerti ketidaktepatan dalam memahami situasi dan kondisi di lingkungan sekitarnya. Konsep mempengaruhi penyesuaian kepribadian serta penyesuaian sosial anak dalam menghadapi lingkungan.
f.Bahaya moral, disiplin yang tidak konsisten memperlambat proses untuk belajar menyesuaikan diri dengan harapan sosial. Terlampau dengan banyaknya penekanan pada hukuman dan sikap kurang baik, cenderung dapat menjadi amarah, berontak dan ingin menantang orang-orang yang menghukumnya.
g.Bahaya dalam hubungan keluarga, kondisi-kondisi yang menimbulkan kemunduran dalam hubungan orang tua dan anak merupakan kondisi yang berbahaya bagi penyesuaian pribadi dan sosial yang baik, karena kondisi ini dapat memberi dampak buruk seperti rusaknya perasaan aman dan kebersamaan.
h.Bahaya kepribadian, aspek pola kepribadian tertentu berubah selama masa awal kanak-kanak sebagai akibat dari pematangan, pengalaman dan lingkungan sosial serta lingkungan budaya lingkungan anak.

Kesimpulan

Awal masa kanak-kanak yang berlangsung dari dua sampai enam tahun oleh orang tua disebut sebagai usia yang problematis, menyulitkan atau mainan. Oleh para pendidik dinamakan sebagai usia prasekolah, dan oleh ahli psikologi sebagai prakelompok, penjelajah atau usia bertanya.
Perkembangan fisik berjalan lambat tetapi kebiasaan fisiologis yang dasarnya diletakan pada masa bayi, menjadi cukup baik. Awal masa kanak-kanak dianggap sebagai saat belajar untuk mencapai keterampilan karena anak senang mengulang, hal mana penting untuk belajar keterampilan, anak pemberani dan senang mencoba hal-hal baru dan karena hanya memiliki beberapa keterampilan maka tidak mengganggu usaha penambahan keterampilan baru. Perkembangan berbicara langsung cepat, seperti terlihat dalam berkembangnya pengertian dan berbagai keterampilan berbicara. Ini mempunyai dampak yang kuat terhadap jumlah bicara dan isi pembicaraan.
Perkembangan emosi mengikuti pola yang dapat diramalkan, tetapi terdapat keanekaragaman dalam pola ini karena tingkat kecerdasan, seks, besarnya keluarga, pendidikan anak dan kondisi lain.

Awal masa kanak-kanak adalah usia prakelompok, saat diletakannya dasar perkembangan sosial yang merupakan ciri usia berkelompok diakhir masa kanak-kanak. Bermain sangat dipengaruhi oleh motorik yang dicapai, tingkat popularitas yang ia senangi diantara teman-teman sebaya, bimbingan yang diterima dalam mempelajari berbagai pola bermain dan status sosial ekonomi keluarga.
Ketidaktepatan dalam mengerti sesuatu, merupakan hal yang umum pada masa awal kanak-kanak karena banyak konsep yang kekanak-kanakan dipelajari tanpa cukup bimbingan dan karena anak sering didorong untuk memandang kehidupan secara tidak realistis agar menarik dan semarak. Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, suatu masa dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian. Periode ini juga merupakan masa penegakan disiplin dengan cara yang berbeda dan dikenakan disiplin otoriter, lemah dan demokrasi. Minat umum anak meliputi minat terhadap agama, tubuh manusia, diri sendiri, seks dan pakaian.

Awal masa kanak-kanak sering dianggap sebagai usia kritis dalam penggolongan peran seks, karena pada saat ini sejumlah aspek penting dalam penggolongan peran seks dikuasai belajar arti stereotip peran seks dan menerima serta memainkan peran seks yang disetujui oleh kelompoknya. Berbagai hubungan keluarga, orang tua anak, antarsaudara, dan hubungan sanak keluarga, berperan dalam sosialisasi anak dan perkembangan konsep diri, dalam tingkat kepentingan yang berbeda. Bahaya fisik yang penting meliputi kematian, penyakit, kecelakaan, penampilan yang tidak menarik, kegemukan dan kidal.

Diantara bahaya psikologis yang terpenting adalah isi pembicaraan yang bersifat tidak sosial, ketidakmampuan mengadakan kompleks empati, gagal belajar penyesuain sosial karena kurangnya bimbingan, lebih menyukai teman khayalan atau hewan kesayangan, terlalu menekankan pada hiburan dan kurang penekanan pada bermain aktif, konsep-konsep dengan bobot emosi yang kurang baik, disiplin yang kurang konsisten, gagal dalam mengambil peran seks sesuai dengan pola yang disetujui oleh kelompok sosial, gagal dalam membangun hubungan keluarga dan konsep diri yang kurang baik dapat memberikan dampak negatif dalam perkembangan. Kebahagian yang diperoleh pada saat awal masa kanak-kanak bergantung pada kejadian yang menimpa anak dirumah daripada kejadian diluar rumah. Jadi pastikan anak-anak dalam pantauan orang tua, agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari dan diatasi.

Isitilah-istilah yang digunakan dalam perkembangan kognitif
• Kemampuan motorik halus (fine motor skills), kemampuan-kemampuan fisik yang melibatkan otot halus serta koordinasi mata dan tangan.
• Sistem aksi (systems of action) kombinasi kemampuan yang meningkat, yang memungkinkan lingkup gerakan yang lebih luas dan akurat serta memungkinkan kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan.
• Centration, dalam teori piaget kecenderungan anak praoperasional untuk berfokus terhadap satu aspek dari sebuah situasi dan mengabaikan aspek-aspek lainnya.
• Decenter, dalam terminologi Piaget, berpikir secara stimulan mengenai beberapa aspek dari sebuah situasi.
• Egosentrisme(egocentrism) istilah piaget mengenai ketidak mampuan untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain, karakteristik pemikiran anak kecil.
• Konservasi (conservation) isitilah Piaget untuk kesadaran bahwa dua objek yang sama menurut pengukuran tertentu akan tetap sama ketika dihadapkan dengan perubahan persepsi selama tidak ada yang ditambahkan atau diambil dari kedua objek tersebut.
• Horizontal decalage, istilah piaget untuk ketidakmampuan mentrasfer pembelajaran suatu tipe konservasi terhadap tipe konservasi lain yang menyebabkan seorang anak baru bisa menguasai tipe-tipe konservasi yang berbeda pada usia yang berbeda.
• Kebalikan (Irreversibility), isitilah piaget untuk kegagalan anak praoperasional dalam memahami bahwa sebuah operasi dapat berlangsung dua arah atau lebih.
• Ingatan sensorik (sensory memory), penyimpanan informasi sensorik awal, singkat, dan sementara.
• Ingatan kerja (working memory), tempat penyimpanan jangka pendek dari informasi yang sedang diproses secara aktif.
• Inagatan jangka panjang (long-term memory), tempat penyimpanan hampir tidak terbatas yang menyimpan informasi untuk jangka waktu yang sangat lama.
• Pusat eksekutif (central executive), dalam model Baddeley, bagian dari memori jangka pendek mengaturpemerosesan informasi.
• Pengenalan (recognition), kemampuan untuk mengidentifikasi rangsangan yang pernah didapat sebelumnya.
• Mengenang (recall) , kemampuan untuk menghasilkan materi dari ingatan.
• Ingatan generik (generic memory), ingatan yang menghasilkan skrip rutinitas yang familliar digunakan sebagai panduan prilaku.
• Naskah (script), bagan umum kejadian yang familiar dan berulang dan digunakan untuk panduan prilaku.
• Ingatan episodik (episodic memory), ingatan jangka panjang untuk kejadian atau pengalaman spesifik terkait dengan tempat dan waktu.
• Zone of proximal development (ZPD), vygotsky untuk kesejangan antara apa yang bisa dilakukan sendiri oleh anak dan apa yang bisa dilakukan anak dengan bantuan orang lain.
• Scaffolding, dukungan sementara untuk membantu anak menguasai tugas.
• Model interaksi sosial ( social interaction model), model yang didasarkan pada teori sosiokultural. Vygotsky mengatakan bahwa anak mengonstruk ingatan otobiografis melalui percakapan dengan orang tua mengenai kejadian-kejadian yang sama-sama dialami.
• Kemunculan kemampuan literasi (emergent literacy), perkembangan anak usia prasekolah dalam hal kemampuan pengetahuan, dan sikap yang berkaitan dengan menulis dan membaca.

Pendekatan Piaget : Anak Praoperasional

Apa saja kemajuan kognitif dan aspek-aspek ketidakmatangan dari pemikiran anak prasekolah?
a.Anak pada masa praoperasional menunjukan beberapa kemajuan penting serta beberapa aspek ketidakmatangan pemikiran.
b.Fungsi simbolis memungkinkan anak untuk merefleksi tentang orang, objek dan kejadian yang tidak ada pada saat ini. Hal ini ditunjukan pada peniruan tertunda, bermain pura-pura, dan bahasa.
c.Perkembangan simbolis awal membantu anak praoperasional membuat penilaian yang lebih akurat mengenai hubungan spasial. Mereka bisa memahami konsep-konsep identitas, mengaitkan sebab akibat situasi yang familiar, mengategorikan benda hidup dan benda mati, dan memahami prinsip berhitung.
d.Anak praoperasional kelihatannya lebih tidak egosentrik dibandingkan dengan apa yang dikemukakan Piaget.
e.Centration menjauhkan anak dari memahami prinsip konservasi. Logika mereka juga terbatas oleh kebalikan serta fokus pada keadaan dan bukan transformasi.
f.Teori tentang pikiran, yang berkembang dengan jelas pada usia 3-5 tahun, antara lain kesadaran mengenai proses berpikir si anak itu sendiri, kognisi sosial, pemahaman bahwa orang dapat memiliki keyakinan yang keliru, kemampuan untuk memperdaya, kemampuan untuk membedakan penampilan, serta kenyataan dan kemampuan membedakan kenyataan dan fantasi.
g.Pemahaman keinginan orang lain tumbuh mendahului pemahaman mengenai keyakinan mereka. Kemampuan untuk membedakan antara emosi yang tampak dan emosi yang asli tumbuh belakangan.
h.Pengaruh proses pematangan dan lingkungan mempengaruhi perbedaan individual mengenai perkembangan teori tentang pikiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar