Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Oktober 2014

TUGAS SOFTSKILL 1


Nama   : Shiervira Ratu Ismana
NPM   : 16511745
Kelas   : 4PA06

(SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI)
 
1.      SISTEM
A.    Definisi sistem
Menurut Margianti dan Suryadi (1994) sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai berbagai tujuan tertentu.
B.     Elemen system:
-          Input
-          Proses
-          Output
C.     Karakteristik Sistem
-          Memiliki komponen
-          Memiliki batasan (boundaries)
-          Memiliki lingkungan (environment)
-          Memiliki interface
-          Memiliki input
-          Memiliki output
-          Memiliki pengolah
-          Memiliki sasaran atau tujuan
D.    Klasifikasi Sistem
a.       Sistem abstrak dan sistem fisik
-     Sistem Abstrak: Sistem yang berisi gagasan atau konsep. Contoh: Sistem Teologi -> hubungan Manusia, Alam dan Allah.
-   Sistem Fisik: Sistem yang secara fisik dapat dilihat. Contoh: Sistem Komputer, Sistem Transportasi, Sistem Perguruan Tinggi
b.      Sistem alamiah dan Sistem buatan manusia
-     Sistem Alamiah: Sistem yang terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Contohnya: Sistem Tata Surya
-       Sistem Buatan Manusia: Sistem yang dibuat oleh manusia. Contohnya: Sistem Komputer, Sistem Mobil, Sistem Telekomunikasi
c.       Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
-          Sistem terbuka adalah sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya
-          Sistem tertutup adalah sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya

2.      Informasi
A.    Definisi Informasi
Informasi adalah sebuah istilah yang tidak tepat dalam pemakaianya secara umum. Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan sebagainya. Tetapi ada beberapa gagasan yang mendasari pemakaian istilah “informasi” dalam sistem informasi: Informasi memperkaya penyajian, mempunyai istilah kejutan, atau mengungkap sesuatu yang penerimanya tidak tahu atau tidak tersangka. Dalam dunia yang tidak menentu, informasi mengurangi ketidakpastian. Ia mengubah kemungkinan-kemungkinan hasil yang diharapkan dalam sebuah situasi keputusan dan karena itu mempunyai nilai dalam proses keputusan. Defisini secara umum untuk “Informasi” dalam pemakaian sistem informasi adalah sebagai berikut: Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
B.     Karakteristik Informasi yang Baik
-          Relevan
Informasi dianggap relevan jika informasi tersebut berkaitan dengan keperluan pembuatan keputusan. Artinya informasi yang diterima harus relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
-         Tepat waktu
Informasi tersedia saat dibutuhkan.
-         Akurat
Informasi harus benar, tepat, berdasarkan realitas maupun objektif.
-          Mengurangi ketidakpastian
-          Mengandung elemen yang baru
Informasi yang diperoleh harus mencangkup dan mengakomodir perubahan yang terjadi.
-          Dapat dibandingkan
Informasi harus dapat dibandingkan dengan kejadian yang lalu, dan kejadian yang terjadi saat ini.

3.      Sistem Informasi
A.    Definisi sistem
Menurut Margianti dan Suryadi (1994) sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan semua media untuk menampilkan informasi.
B.     Fungsi sistem informasi
Sistem informasi dapat membantu individu atau kelompok melaksanakan aktivitas seperti:
·         Perencanaan
·         Pengorganisasian
·         Pengontrolan
·         Pengambilan keputusan
C.     Kemampuan sistem informasi
Sistem informasi memiliki beberapa kemampuan dalam:
·         Melaksanakan komputer numerik, bervolume besar dengan kecepatan tinggi.
·    Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat dan cepat.
·       Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
·      Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
·         Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia.
·         Mengotomatiskan proses bisnis yang semiotimatis dan tugas yang dikerjakan secara manual.
·         Mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
·         Melaksanakan hal-hal di atas jauh lebih murah daripada kalau dikerjakan secara manusia.
D.    Contoh sistem informasi
-          Sistem POS (Point-of-Sale)
-          Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card)
-          Sistem Informasi Akademik
-          Sistem Informasi Sekolah
-          Sistem Informasi Rumah Sakit
-          Sistem Informasi SDM (HRIS)
-          Sistem reservasi pesawat terbang
-          Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor
-          Sistem Informasi Perbankan
-          Sistem Informasi Geografis
-          Sistem Informasi Pemerintah (e-Goverment)
-          Sistem Informasi Kedokteran/Medis
-          Sistem Informasi Psikologi

4.      Psikologi
A.    Definisi Psikologi
Menurut Morgan dalam Dwi Rianti, Prabowo dan Puspitawati (1996) psikologi adalah ilmu tentang prilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia. Prilaku itu meliputi segala sesuatu yang dilakukan manusia atau binatang yang diamati dalam beberapa cara. Prilaku tidak seperti pikiran atau perasaan, dapat diobservasi, dicatat dan dipelajari. Psikologi mempelajari prilaku manusia yang memfokuskan pada prilaku individual dan meliputi prilaku yang luas. 

5.      Sistem Informasi Psikologi
A.    Definisi sistem informasi psikologi
Sistem Informasi psikologi adalah kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan pengunaan komputer sebagai penunjang untuk mengembangkan ilmu psikologi, agar dapat berguna dalam pengambilan keputusan dalam suatu penelitian, perencanaan dan pengolahan.
B.     Tujuan sistem informasi psikologi
Agar dapat memudahkan pengguna media informasi dalam mengakses, mempelajari, mengolah data yang berkaitan dengan ilmu psikologi. Contohnya digunakan sebagai alat bantu dalam:
-          Test IQ
-          Analisa
-          Tes Kepribadian http://kepribadianku.com/
-          Tes Kepribadian berdasarkan bercak tinta http://theinkblot.com/
-          Konsultasi anak http://www.psikoanak.com/

Kesimpulan 

Dari keseluruhan uraian mengenai sistem, informasi dan psikologi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa definisi “sistem informasi psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau teknologi, media, prosedur, dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai prilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian sistem informasi psikologi dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

Daftar Pustaka

Dwi Rianti,  B. P. Prabowo, Hendro & Puspitawati, I. (1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum 1. Jakarta: Gunadarma
Gunadarma, Universitas. (1996). Seri Diktat Kuliah Pengantar Sistem Informasi. Jakarta: Gunadarma.
Margianti, E.S & Suryadi, H. S. (1994). Sistem Informasi Managemen. Jakarta: Universitas Gunadarma
Suryadi, H.S. D. (1996). Pengenalan Komputer. Jakarta: Gunadarma.



Sabtu, 18 Januari 2014

Softskill – Tugas ke IV

Psikologi Manajemen

Definisi Komunikasi
Ditinjau dari etimologi, komunikasi berasal dari kata communicare yang berarti “membuat sama”. Definisi kontemporer menyatakan bahwa komunikasi berarti “mengirim pesan”. Menurut Effendy (2003) istilah komunikasi (communication) berasal dari kata latin communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Pengertian tersebut mengidentifikasikan kepada kita bahwa yang termasuk unsur-unsur komunikasi adalah komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Menurut Brown, komunikasi merupakan proses pengiriman ide atau pikiran dari satu orang ke pada orang lain, dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang lain yang menerimanya.
Menurut Chaplin, Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan berita atau sinyal. Sedangkan menurut Davis, Komunikasi adalah proses penyaluran informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain.
Berdasarkan beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupkan upaya yang dilakukan oleh manusia, untuk mendapatkan pengertian yang sama yang dilakukan dengan bantuan simbol-simbol
                                                                 
Proses Komunikasi
Proses komunikasi Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Management, berdasarkan paradigma Harold Lasswell menampilkan model proses komunikasi. Model ini secara lebih jelas bisa dilihat dalam gambar berikut: Unsur-unsur dalam proses komunikasi ini melipuiti:
a.       Sender: Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
b.      Encoding: Penyandaian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
c. Message: Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
d.      Media: Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
e.   Decoding: Penguraian sandi, yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
f.       Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
g.      Response: Tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
h.   Feedback: Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
i.     Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

Model komunikasi di atas menegaskan faktor-faktor kunci dalam komunikasi efektif. Komunikator harus tahu khalayak mana yang akan dijadikannya sasaran dan tanggapan apa yang diinginkannya. Ia harus terampil menyandi pesan dengan memperhitungkan bagaimana komunikan biasanya mengurai sandi pesan. Komunikator harus mengirimkan pesan melalui media yang efisien dalam mencapai khlayak sasaran.
Proses komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.

Hambatan Komunikasi
Hambatan dari Proses Komunikasi
·         Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuham atau kepentingan.
·         Hambatan dalam penyandian atau simbol, Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
·         Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.
·         Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.
·         Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima / mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
·         Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Menurut Muhammad (2005) Komunikasi Interpersonal merupakan proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya (komunikasi langsung).
Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang dilakukan komunikator (pengirim) untuk menyampaikan pesan dengan jelas, benar dan baik. Serta menggunakan unsur lain yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi seperti handal dalam mengomunikasikan informasi.

Karakteristik Komunikasi Interpersonal mencangkup dari:
a.       Isi pesan dan hubungan informasi yang ingin disampaikan.
b.      Partisipasi dan saling mempengaruhi
c.       Ada hubungan saling ketergantungan
d.      Tidak dapat ditarik kembali.

Prinsip Komunikasi Interpersonal
a.       Personalitas hubungan
b.      Empati
c.       Saling menghargai
d.      Menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung
e.       Memperlihatkan tingkah laku saling percaya
f.       Memperkuat


Lebih dahulu didefinisikan, komunikasi interpersonal sendiri adalah sebuah proses penyampaian pikiran-pikiran / informasi dari seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu (biasanya dalam komunikasi diadik), sehingga orang lain tersebut mengerti apa yang dimaksud oleh penyampaian pikiran-pikiran / informasi.
Komunikasi interpersonal merupakan aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan cara untuk menyampaikan dan menerima pikiran-pikiran, informasi, gagasan, perasaan dan bahkan emosi seseorang sampai pada titik tercapainya pengertian yang sama antara komunikator dan komunikan. Efektivitas komunikasi bertujuan meningkatkan kesamaan arti antara pesan yang dikirim dengan pesan yang diterima.
Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
·         Pengertian yang sama terhadap makna pesan indikator  komunikasi dikatakan efektif adalah makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan.
·         Melaksanakan pesan sukarela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif adalah bahwa komunikasi menindaklanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara sukarela, tidak karena dipaksa.
·         Meningkatkan kualitas hubungan antar-pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan keluarga dan kolega.

Komunikasi Interpesonal Efektif dalam Organisasi mencakup
-          Componential
Saluran formal. Yaitu salurang yang telah ditetapkan oleh organisasi. Pesan-pesan mengalir ke dalam tiga arah, yaitu ke bawah, ke atas, dan ke samping. Pesan-pesan ke bawsah terutama berisi informasi yang perlu bagi staf manapun untuk melaksanakan tugas mereka, seperti kebijakan-kebijakan dan prosedur, perintah dan permintaan yang diturunkan ke tingkat yang tepat dalam jenjang hirarki.
Saluran informal. Yaitu saluran terbentuk dari kesamaan kepentingan diantara orang-orang dalam organisasi. Selentingan merupakan saluran yang sangat ampuh. Diperkirakan dibutuhkan para manajer dalam membuat perencanaan diperoleh melalui selentingan.
Jadi jika ingin berkomunikasi dengan efektif, harus memahami saluran formal dan saluran informal terlebih dahulu (Ludlow, R, & Ferguson, 2000).

-          Situational
Adanya konteks fisik dan konteks sosial. Lingkungan fisik meliputi objek-objek fisik tertentu. Banyak aspek komunikasi dapat mempengaruhi komunikasi-kenyamanan atau ketidaknyamanan. Kemudian adanya konteks sosial menentukan hubungan sosial antara sumber dan penerima, perbedaan posisi memengaruhi proses komunikasi, dan sering lingkungan fisik menentukan konteks sosial (Mulyana & Jalaluddin, 1990).





Daftar Pustaka

Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu komunikasi; Teori dan Praktek. Bandung: Rosda.
Lasswell, Harold D. (1972). The structure and function of communication in society
dalam Wilbur Schramm, ed. Mass communication. Urbana – Chicago: University of
Illinois Press.
     Mulyana, D, Drs. (2009). Ilmu komunikasi : Teori dan praktek. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
     Effendy, O. (1999). Ilmu komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya



Kamis, 31 Oktober 2013

Psikologi Manajemen/Softskill/tulisan 2/Tugas ke 2


Memanajemen Kemacetan Di Ibukota Jakarta

Seiring dengan berjalannya waktu, program pembangunan yang dilakukan di kota besar seperti di jakarta, semakin lama semakin berkembang pesat dan terus bertambah setiap tahunnya. Maka yang terjadi adalah masalah seperti kemacetan panjang, menjadi daftar panjang masalah di Ibukota yang sehingga kini belum terselesaikan.
Saat ini di jakarta sedang diadakannya pekerjaan proyek MRT, modal transportasi guna yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan ditahun-tahun mendatang. Namun baru beberapa minggu setelah diresmikan proyek tersebut oleh Gubernur Dki Jakarta, bapak Joko Widodo. Muncul masalah, yaitu masalah kemacetan di beberapa titik jalan dijakarta akibat pengerjaan MRT tersebut, karena pembangunan MRT tersebut merupakan beberapa letak titik jalanan kawasan padat setiap harinya.
Sehingga saat ini, sangat dibutuhkan sekali dukungan dari dinas perhubungan Dki Jakarta, untuk memanajemeni lalu lintas dan memberikan trobosan-trobosan untuk mengurangi kemacetan di jakarta. Selain dukungan, berbagi informasi kepada masyarakat khususnya pengguna jalan, agar tidak buta informasi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui papan informasi disetiap bagian titik jalanan di jakarta, yang berisi kecepatan rata-rata, petunjuk dan saran perjalanan.

Psikologi Manajemen/Softskill/Tulisan 1/Tugas ke 2


Kemajuan Teknologi PT Samsung Berkat Sistem Perencaan Efektif

            Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan mempunyai peranan yang penting sebagai sarana penunjang kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan pada zaman globalisasi saat ini. Setiap perusahaan yang bergerak dibidang teknologi, harus siap bersaing dengan perusahaan lain untuk memperoleh pengakuan keunggulan produk yang mereka tawarkan.
            PT Samsung kali ini berhasil membuat inovasi terbaru, lewat produk-produk yang bertemakan “smart”, PT Samsung memberikan banyak kemudahan bagi para konsumen dalam menggunakan teknologi canggih untuk memajukan pengetahuan konsumen mengenai produk dengan kualitas terbaik.

            Hal ini ternyata memberikan suatu pengaruh positif pada perkembangan dunia usaha perdagangan untuk menaikan kualitas dan kuantitas produk elektronika yang dipasarkan khususnya pada pasar domestik. Dengan menggunakan sistem perencanaan ini, dapat menghasilkan manajemen yang efektif sehingga dapat berhubungan langsung dengan penyusunan aktivitas yang meliputi penetapan tujuan yang akan dicapai. Sehingga saat ini, PT samsung dapat meraih peningkatan hasil dari manajemen efektiif tersebut dan kini produk samsung semakin terkenal tak hanya di negaranya asalnya korea selatan, tetapi samsung sudah menguasai pasaran di seluruh dunia, termasuk  di Indonesia dan juga semakin banyak peminatnya.

Selasa, 08 Oktober 2013

Tugas 3 Softskill


Tugas 3 Softskill
Psikologi Managemen
Nama              : Shiervira Ratuismana
NPM                : 16511745
Kelas               : 3PA06
Judul               : Mengubah Kawasan Padat Menjadi Tata Ruang Yang Fungsional.
Aksi yang dilakukan oleh orang nomer satu di Jakarta, Bapak Joko Widodo dan Bapak Ahok benar-benar membuat semua orang terkaget-kaget dengan aksi mereka dalam membereskan tata ruang kota jakarta yang sudah begitu sangat padat dan sesak. Tak hanya warga masyarakat saja yang kagum dengan kemampuan bekerja, mereka juga menjadi pusat perhatian di dunia karena dapat menyelesaikan permasalahan di Ibukota. Namun dibalik semua usaha yang dilakukan oleh Bapak Jokowi dan Bapak Ahok, tidak selalu berjalan lancar, selalu saja ada kontroversi di kalangan masyarakat.
Sudah genap satu tahun gubernur DKI Jakarta menjabat, Pak Jokowi sudah menunjukan kinerja kerja yang sangat baik. Ia mampu mensosialisasikan kepada masyarakat langkah apa saja yang harus diambil untuk membenahi ibukota jakarta agar dapat membangun citra yang baik di masyarakat. Contohnya saja, langkah pertama yang pak Jokowi lakukan adalah membagikan kartu jaminan kesehatan secara gratis kepada masyarakat menengah ke bawah, yang diharapkan akan membantu meringankan beban masyarakat. Lalu dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun dan pemberian beasiswa kepada anak-anak kurang mampu. Itu menjadi fokus Pak Jokowi agar para siswa dapat terus belajar dan prestasi meskipun hidup dalam kekurangan.
Tak hanya sampai disitu, aksi yang dilakukan pak Jokowi yang paling menarik perhatian saat ini adalah penggusuran PKL Pasar Tanah Abang yang menuai kontroversi dikalangan pedagang. Sebenarnya dalam hal ini pak Jokowi hanya ingin mengurangi ke macetan yang terjadi karena para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Namun banyak pihak yang memprotes usaha Pak jokowi tersebut.
Pemprov DKI Jakarta melalui Suku Dinas (Sudin) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menjalankan proses verifikasi data PKL yang mendaftar untuk mendapatkan los pedagang di Blok G Pasar Tanah Abang. Dalam proses verifikasi ini, terdapat 285 dari 968 PKL terdaftar yang telah terverifikasi. Mereka yang terverifikasi adalah pedagang yang memiliki tanda terima pendaftaran. Jadi yang punya tanda terima ditampung, diverifikasi, kemudian diseleksi. 
Proses verifikasi ini dikeluhkan oleh pedagang yang biasa berjualan di kawasan Pasar Tanah Abang. Ini karena mereka yang telah berjualan lebih dari lima tahun tidak mendapat bagian atas los yang ditawarkan. Salah satu keluhan itu dirasakan oleh John Heriyanto (49). Pria yang telah berdagang pakaian muslim selama lebih dari lima tahun ini tidak mendapat jatah los. (merdeka.com)
Akan tetapi, setelah diadakannya verifikasi serta negoisasi demi pentingan untuk memperoleh kesejahteraan bersama, akhirnya para PKL tersebut mau dipindahkan ketempat yang selayaknya untuk berjualan yaitu di blok G. Meskipun los yang ditawarkan masih dalam tahap pembangunan fasilitas yang memadai, Pak Jokowi akan terus memantau dan menjamin akan ketertiban, keamanan dan kenyamanan para pembeli dan penjual di Pasar Tanah Abang. Sehingga diharapkan masyarakat dapat yang berjualan dan pembeli di Pasar Tanah Abang dapat merasakan fungsi tempat perbelanjaan yang nyaman, jika dibandingkan saat masih berjualan di pinggir jalan dan membuat jalanan menjadi macet.

 
Daftar Pustaka
 
Robbins, Stephen P. Management / Stephen P. Robbins, Mary Coulter. — 11th ed. p. cm.Includes bibliographical references and index.
Wiludjen, Sri SP. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Republika.co.id
Merdeka.com