Total Tayangan Halaman

Selasa, 08 Oktober 2013

Tugas 1 Softskill


Tugas 1 Softskill
Psikologi Managemen
Nama        : Shiervira Ratuismana
NPM          : 16511745
Kelas         : 3PA06
Judul         : Pengertian Managemen, Jenis Managemen, dan Kepemimpinan.
                    : Pengertian Perencanaan, Manfaat Perencanaan, Jenis Perencanaan.

1.1  Pengertian Managemen
Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1.      Manajemen sebagai suatu proses
2.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3.      Manajemen sebagai suatu ilmu (science) dan sebagai seni (art)
Manajemen merupakan suatu proses, melihat bagaimana cara orang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses yang dapat dilihat dari pengertian menurut:
1.  Excylopedia of The social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, Manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaannya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni:
1. Chaster I. Bernard dalam bukunya yang berjudul “The Function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan George R Terry.
2. Marry Parker Follet menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari definisi diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
1.2  Jenis Managemen
Berikut merupakan jenis-jenis manajemen:
·         Manajemen Sumber Daya Manusia
Merupakan penerapan manajemen berdasarkan fungsi untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang dijalankan dan bagaimana sumber daya manusia tersebut dapat dipelihara dan tetap dijaga kualitas pekerjaan yang senantiasa terus bertambah.
·         Manajemen Pemasaran
Kegiatan yang berdasarkan fungsi pada inti usaha untuk mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhannya.
·         Manajemen Produksi
Penerapan manajemen berdasarkan fungsi untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik yang efisien.
·         Manajemen Keuangan
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsi yang intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.
·         Manajemen informasi
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsi yang intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka waktu yang panjang.
·         Manajemen Operasi
Area bisnis yang berfokus pada proses memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efisien.
1.3 Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan tema yang populer, yang tidak saja dibicarakan dan diteliti oleh para sarjana ilmu-ilmu sosial, ilmu perilaku, tapi yang dibicarakan pula oleh masyarakat pada umumnya. Meskipun telah banyak teori kepemimpinan yang dikembangkan belum ada satu teori pun yang dirasakan paling sempurna.
Storgdill (1974) menyatakan bahwa jumlah macam batasan tentang kepemimpinan dapat dikatakan sama dengan jumlah orang yang telah mencoba membuat batasan tentang pengertian tersebut. Pernyataan ini menggambarkan kemajemukan pengertian kepemimpinan ini.
Manajemen sering dikacaukan dengan kepemimpinan. Bennis dan Nasus (1985) melihat perbedaan yang mendasar antara manajemen dan kepemimpinan. Hersey dan Blanchard (1982) mengatakan bahwa: kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas, sedangkan memanajemeni lebih berhubungan dengan efisiensi. Bennis menyatakan bahwa pemimpin  do the right things, sedangkan manajer do the things right.
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang paling penting bagi manajer. Para manajer merupakan pemimpin (dalam organisasi mereka), Sebaliknya pemimpin tidak perlu menjadi manajer. Seorang manajer, menurut Drucker (1966) adalah seorang “pekerja berpengetahuan”, yaitu: The man who puts to work what he has between his ears rather than the brawn of his muscles or the skill os his hands.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya.
Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002). 
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi.

2.1 Pengertian Perencanaan
Perencanaan merupakan proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa adanya perencanaan, fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. 
Perencana dapat berupa rencana formal dan rencana informal. Perencanaan informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan pemahaman bersama tentang apa yang perlu dilakukan. Akhirnya, rencana spesifik yang ada terjalin untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan sering disebut fungsi manajemen primer karena menetapkan dasar untuk semua hal lain. Manajer melakukan tindakan mengorganisir, memimpin, dan mengontrol. Ini melibatkan dua aspek penting: tujuan dan rencana. Perencanaan menentukan tujuan organisasi, menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengembangkan rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan kerja.
2.2 Manfaat Perencanaan
Manfaat perencanan bagi suatu organisasi:
1.      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
2.      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
3.      Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
4.      Manajer dapat memehami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

2.3 Jenis Perencanaan
Ada 3 jenis perencanaan, yaitu perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1.      Perencanaan Strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi serta tindakan untuk mencapainya.
2.      Perencanaan Taktis, bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampungkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian ini dilakukan secara sistematik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi yang dijalankan secara dinamis dan interaktif dengan orang lain dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
3.      Perencanaan Operasional
Perencanaan yang dilakukan karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional sangat mempengaruhi dan menentukan bersama dengan hasil taktik.


Daftar Pustaka
Robbins, Stephen P. Management / Stephen P. Robbins, Mary Coulter. — 11th ed. p. cm.Includes bibliographical references and index.
Wiludjen, Sri SP. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Republika.co.id
Merdeka.com

Jumat, 14 Juni 2013

TUGAS SOFT SKILL KE-3


TUGAS KE-3 SOFTSKILL KESEHATAN MENTAL
STRESS DALAM KEHIDUPAN
WINNY PUSPASARI


Oleh
Shiervira Ratuismana
 (16511745)
2PA06

Fakultas Psikologi
Jurusan Psikologi
Universitas Gunadarma
Jakarta


Pengertian Stress
Stres menurut Hans Selye adalah respon tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Bila seseorang setelah mengalami stres mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka ia disebut mengalami distres. Pada gejala stres, gejala yang dikeluhkan penderita didominasi oleh keluhan-keluhan somatik (fisik), tetapi dapat pula disertai keluhan-keluhan psikis. Tidak semua bentuk stres mempunyai konotasi negatif, cukup banyak yang bersifat positif, hal tersebut dikatakan eustres.
Selye (1936 ) telah menggambarkan bahwa strees adalah suatu sindrom biologi atau badaniah. Didalam eksperimennya, seekor tikus percobaan mengalami kedinginan pembedahan atau kerusakan sum-sum tulang belakang, akan memperlihatkan suatu sindroma yang khas. Gejala-gejala itu tidak tergantung pada jenis zat atau ruda yang menimbulkan kerusakan,sindroma ini lebih merupan perwujudan suatu keadaan yang dinamakan stress dengan gejala-gejala sistem bilogik mahluk hidup itu. Selye menekankan bahwa stress terutama mewujudkan diri sebagai suatu reaksi badaniah yan dapat diamati dan diukur. Stres merupakan suatu reaksi penyusuaian diri,suatu sindroma penyusuaian umum terhadap rangsangan yang berbeda-beda.

Faktor-faktor stres, yaitu:
a. Faktor Sosial
Selain peristiwa penting, tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres.
Dukungan sosial mencakup:
-          Dukungan emosional, seperti rasa dikasihi.
-          Dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa.
-         Dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu.
b. Faktor Individual
Saat seseorang menjumpai stressor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stressor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stressor itu yaitu: Berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stressor itu dan berapa terduganya stressor itu (predictability).
General Adaptation Syndrom (GAS)
Gas adalah respon fisiologis dari seluruh tubuh terhadap stres. Respon yang terlibat di dalamnya adalah sistem saraf otonom dan sistem endokrin. Di beberapa buku teks, GAS sering disamakan dengan Sistem Neuroendokrin.

Tipe-tipe Stress
Tekanan
Tekanan dapat timbul dari dalam dan luar diri kita, terkadang tekanan lebih sering timbul dari luar diri kita yaitu semisal dari lingkungan. Bilamerasa sudah dalam keadaan tertekan kita harus bisa mengutarakannya agar kita bisa terhindar dari keadaan stres tersebut.
Frustasi
Situasi ini timbul karena suatu kejadian hal yang tidak mengenakan,semisal kita sudah berusaha belajar dengan baik dengan harapan mendapatkan reward (nilai) yang baik atau sesuai dengan usaha yang kita lakukan,tapi pada kenyataannya nilai yang kita dapat malah buruk,itu mengakibatkan diri seseorang frustasi,terkadang menjurus ke perasaan putus asa.
Konflik
Situasi ini bisa timbul di karenakan dua belah pihak mempunyai satu tujuan hanya jalannya berbeda,ini mengakibatkan seseorang terjebak dalam sebuah konflik dan pastinya hal ini akan membuat seseorang stress. Karena tidak semua orang bisa menghadapi konflik yang iya terima,terkadang membutuhkan pihak ke 3 untuk menyelesaikan konflik yang mereka alami:

  • Konflik menjauh-menjauh: individu terjerat pada dua pilihan yang sama-sama tidak disukai. Misalnya seorang pelajar yang sangat malas belajar, tetapi juga enggan mendapat nilai buruk, apalagi sampai tidak naik kelas.
  • Konflik mendekat-mendekat: Individu terjerat pada dua pilihan yang sama-sama diinginkannya. Misalnya, ada suatu acara seminar sangat menarik untuk diikuti, tetapi pada saat sama juga ada film sangat menarik untuk ditonton.
  • Konflik mendekat-menjauh: Terjadi ketika individu terjerat dalam situasi di mana ia tertarik sekaligus ingin menghindar dari situasi tertentu. Ini adalah bentuk konflik yang paling sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus lebih sulit diselesaikan. Misalnya ketika pasangan berpikir tentang apakah akan segera memiliki anak atau tidak. Memiliki anak sangat diinginkan karena pasangan dapat belajar menjadi orang dewasa yang sungguh-sungguh bertanggungjawab atas makhluk kecil yang sepenuhnya tak berdaya. Di sisi lain, ada tuntutan finansial, waktu, kemungkinan kehadiran anak akan mengganggu relasi suami-istri, dan lain sebagainya. Kecemasan ini terjadi karena tingkat panik yang berlebihan dan tak bisa mengontrol paniknya itu,dan dia tidak bisa menghadapi keadaan di sekitarnya.
Stress yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, baik stress positif atau stress negative sulit untuk bisa dihindari. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghindari stress? Yang dapat dilakukan adalah mengenali respon stress yang dialami, mencari sumber stress (stressor) atau melakukan coping strategies (menangani stress). Dengan melakukan tindakan tersebut, maka akan dapat mengatur stress dengan jauh lebih baik serta menjalani hidup dengan lebih bahagia. Reaksi diri terhadap stress dapat dilihat dari 4 tanda yaitu : fisik, kognitif, emosi dan tingkah laku.
Reaksi stress yang dapat dilihat melalui fisik umumnya adalah :
-          Gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara)
-          Detak jantung meningkat
-          Kepala pusing
-          Badan gemetaran
-          Kesulitan bernapas
-          Kelelahan yang berlebihan
-          Kesulitan tidur
Jika secara kognitif reaksi stress yang muncul adalah :
-          berkurangnya konsentrasi
-          mudah lupa
-          munculnya pandangan negative terhadap diri sendiri
-          kreativitas menurun
-          hilangnya control pada diri sendiri
Sedangkan secara emosi, reaksi stress yang muncul adalah :
-          mudah cemas
-          cepat tersingung
-          mudah marah
-          depresi
-          mudah menangis
-          menurunnya rasa percaya diri
-          munculnya pandangan negative pada diri dan orang lain
Dilihat dari tingkah laku,  reaksi stress yang terlihat adalah:
-          tidak sabar
-          menjadi ceroboh
-          menarik diri dari lingkungan sekitar
-          merokok
-          penurunan dan peningkatan nafsu makan
-          pemakaian obat-obat terlarang
-          minum-minuman beralkohol
-          serta munculnya tingkah laku yang agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
Pada kejiwaan, stress juga dapat mengakibatkan gangguan seperti psikosomatik, yakni gangguan fisik yang disebabkan atau dipengaruhi factor psikologis. Gangguan fisik yang menyangkut unsure psikologi bentuknya dapat berupa: 
-          asma
-          sakit kepala
-          serangan jantung
Gangguan neurotic yaitu suatu gangguan jiwa yang ditandai oleh kecemasan yang dapat dirasakan dan diekspresikan secara langsung atau dapat diubah (dikonversikan), disalahpindahkan, atau diwujudkan pada tubuh.
Gangguan psikosotik, yakni suatu gangguan jiwa yang serius dan menggangu kemampuan berpikir, emosi, berkomunikasi, mengingat kembali, menafsirkan kenyataan dan berperilaku secara wajar.
Dalam hal ini individu sudah kehilangan sense of reality sehingga tidak mampu lagi memenuhi tuntutan hidup yang biasa sehari-hari.

Pendekatan Problem Solving Terhadap Stres
Kita mengatasi stres dengan cara mencari penyebab stress itu sendiri (stressor). Setelah tahu penyebabnya, kita harus bisa memilih mana jalan keluar terbaik untuk masalah kita, jika perlu, dengan meminta bantuan orang lain.
Introvert

Ekstrovert

Kepribadian introvert lebih suka menyendiri dan tertutup, tidak suka bergaul dengan orang lain.
Kepribadian ekstrovert lebih didominasi oleh unsur obyektif yang mengacu pada dunia luar.
Lebih jelasnya kepribadian ini bisa digambarkan seperti berikut :

·         cenderung depresi
·         rasa takut
·         mudah curiga
·         mudah  tersinggung
·         apatis dalam menjalani hidup
·         mudah terluka perasaannya
·         emosi labil
·         gugup
·         keras kepala
·         kepriabdian kaku
·         suka melamun
·         sulit tidur

Kepribadian ekstrovert dapat digambarkan sebagai berikut :

·         energik
·         perhatian sempit
·         gagap
·         mudah mengalami kecelakaan
·         sering sakit
·         mengembangkan gejal histeria
·         ketakutan yang berlebih (hipokondria)
·         tidak tenang
·         terburu – buru dalam melakukan pekerjaan
·         tidak teliti
·         prestasi kerja yang buruk
·         gagap

Individu dengan kepribadian introvert umumnya memiliki tingkat kecerdasan di atas rata – rata dengan pembendaharaan kata – kata yang realtif banyak dan baik.

Orang ekstrovert cenderung memiliki tingkat intelegensi yang rendah dengan pembendaharaan kata yang kurang, namun memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan kepribadian yang tidak kaku.
Namun sayanganya hubungan interpersonalnya kurang dengan selera humor yang buruk. Kepribadian introvert tidak menyukai lelucon terlebih lelucon yang menjurus ke arah seks.


Stres memiliki dua gejala, yaitu gejala fisik dan psikis
a.       Gejala Fisik
Gejala stres secara fisik dapat berupa jantung berdebar, napas cepat dan memburu / terengah – engah, mulut kering, lutut gemetar, suara menjadi serak, perut melilit, nyeri kepala seperti diikat, berkeringat banyak, tangan lembab, letih yang tak beralasan, merasa gerah, panas , otot tegang.
b.      Gejala Psikis
Keadaan stres dapat membuat orang – orang yang mengalaminya merasa gejala – gejala psikoneurosa, seperti cemas, resah, gelisah, sedih, depresi, curiga, fobia, bingung, salah faham, agresi, labil, jengkel, marah, lekas panik, cermat secara berlebihan.

Manajemen Stress
Memanajemen stress berarti berusaha mencegah timbulnya stress, meningkatkan ambang stress dari individu dan menampung akibat fisiologikal dari stress. Adapun tujuan memanajemeni stress adalah untuk mencegah berkembangnya stress jangka pendek menjadi stress jangka panjang atau stress kronis.
Stress adalah bagian dari kehidupan manusia, yang perlu kita lakukan adalah dapat dipertahankannya stress yang positif konstruktif dan dicegah serta diatasi stress yang kronis, yang bersifat negatif destruktif. Reaksi yang kita lakukan dalam menghadapi stress adalah “flight or fight”, “melarikan diri”. Melarikan diri dari situasi stress secara psikologis adalah melarikan diri dari dunia nyata ke dalam dunia khayal, mencoba melupakan situasi yang penuh stress yang menimbulkan frustasi.

Teknik Penenangan Pikiran
Teknik penenangan pikiran memiliki tujuan untuk mengurangi kegiatan pikiran, yaitu proses berpikir dalam bentuk merencana, mengingat, berkhayal, menalar yang secara berkesinambungan kita lakukan dalam keadaan bangun atau dalam keadaan sadar. Jika kita berhasil mengurangi kegiatan pikiran, maka rasa cemas dan khawatir akan berkurang, kesigapan umum untuk beraksi akan berkurang, sehingga pikiran menjadi tenang dan stress pun berkurang. Teknik yang digunakan dalam penenangan pikiran adalah :
1.      Meditasi
Konsentrasi adalah aspek utama dari teknik-teknik meditasi. Dengan konsentrasi kita berusaha mengendalikan kegiatan berpikir, mengendalikan kecenderungan pikiran kita untuk melamun, untuk berpindah dari gagasan satu ke gagasan yang lain. Untuk memudahkan kita ketika berkonsentrasi yang perlu kita lakukan ialah memusatkan pikiran pada satu hal, satu kata, satu ungkapan yang kita ulang terus menerus selama waktu tertentu.
Meditasi menyebabkan adanya relaksasi fisik. Pada saat yang sama meditator mengendalikan secara penuh penghayatannya dan mengendalikan emosi, perasaan dan ingatan. Pikiran menjadi tenang, badan berada dalam keseimbangan.
2.      Pelatihan Relaksasi Autogenik
Relaksasi autogenik adalah relaksasi yang ditimbulkan sendiri. Teknik ini berpusat pada gambaran-gambaran berperasaan tertentu yang kemudian terkait kuat dalam ingatan, sehingga timbulnya kenangan tentang peristiwa yang akan menimbulkan pula penghayatan dari gambaran perasaan yang sama.
Pelatihan relaksasi autogenik berusaha mengaitkan penghayatan yang menenangkan dengan peristiwa yang menimbulkan ketegangan, sehingga badan kita terkondisi untuk memberikan penghayatan yang tetap menenangkan meskipun menghadapi peristiwa yang sebelumnya menimbulkan ketegangan.
3.      Pelatihan Relaksasi Neuromuscular
Pelatihan relaksasi neuromuscular adalah satu program yang terdiri dari latihan-latihan sistematis yang melatih otot dan komponen-komponen saraf yang mengendalikan aktivitas otot.
Individu diajari untuk secara sadar mampu merelaksasikan otot sesuai dengan kemauannya setiap saat. Untuk itu perlu dikembangkan kesadaran perasaan pikiran tentang bagaimana rasa relaks adn mempelajari bagaimana perbedaanya jika sedang tegang.
4.      Teknik Penenangan Melalui Aktivitas Fisik
Teknik penenangan melalui aktivitas fisik bertujuan untuk menghamburkan atau untuk menggunakan sampai habis hasil-hasil stress yang diproduksi oleh ketakutan dan ancaman, atau mengubah sistem hormon dan saraf kita ke dalam sikap mempertahankan. Manfaat lain dari teknik penenangan fisik adalah untuk menurunkan reaktivitas kita terhadap stress di masa depan dengan cara mengondisikan relaksasi.
Aktivitas fisik memiliki sifat preventif (penghindaran). Selama melakukan aktivitas fisik seluruh sistem badan dirangsang untuk beraksi, bergerak. Setelah kegiatan, sistem-sistemnya memantul dengan cara makin melambat, dengan demikian mendorong ke relaksasi dan ketenangan.

Pengalaman Stress Negatif dan Positif
Ketika hubungan dengan teman-teman saya merenggang, ada berbagai perasaan-perasaan yang tidak mengenakan terjadi. Banyak hal-hal negatif yang mengelilingi saya, dan membuat saya menjadi drop dan merasa dikucilkan sehingga menyebabkan stres berkepanjangan. Selama saya dalam keadaan seperti itu, saya menjadi sulit untuk berkonsentrasi, tidak bisa berfikir dengan baik dan cenderung diam serta menghindar. Namun ketika saya mencoba untuk berintrospeksi diri kepada diri saya, saya bertanya pada diri saya sendiri “apa saya akan terus dalam keadaan seperti ini?” lalu perlahan tapi pasti, saya mencoba mencari jalan keluar terbaik dan memikirkan apa yang harus saya lakukan untuk kedepannya.
Ketika saya sedang dalam masa instrospeksi diri untuk menghindari stres berkepanjangan, akhirnya saya dapat menemukan solusinya. Dengan cara, tidak berfikir egois dan percaya akan diri sendiri. Saya bisa menyembuhkan stres yang saya alami saat mendapatkan masalah tersebut dan saya menjadi pribadi yang terbuka dibandingkan yang dulu yang selalu menutup diri. Adakalanya stres negatif ada baiknya dalam kehidupan kita, karena dengan adanya stres negatif kita jadi tahu jika stres positif dapat memberikan solusi ataupun jalan keluar akan masalah yang manusia hadapi.